2.
Hakekat
Mata Pelajaran SKI
Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan
catatan perkembangan perjalanan hidup manusia muslim dari masa ke masa dalam
beribadah, bermuamalah dan berakhlak serta dalam mengembangkan sistem kehidupan
atau menyebarkan ajaran Islam yang dilandasi oleh akidah. Mata pelajaran
Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada hakekatnya; Kemampuan mengambil ibrah/ hikmah
(pelajaran) dari sejarah Islam, meneladani Nabi dan tokoh-tokoh berprestasi,
serta mengaitkannya dengan fenomena nyata, untuk mengembangkan Kebudayaan dan
peradaban Islam pada masa kini dan masa yang akan datang”
a.
Kompetensi Inti
(KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar (KI-KD) mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam [SKI],
tertuang dalam Keputusan Menteri
Agama RI nomor 165 tahun 2014 tentang
Pedoman Kurikulum
Madrasah
2013 mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab.
Untuk mendukung Kompetensi Inti, capaian
pembelajaran mata pelajaran diuraikan menjadi kompetensi-kompetensi dasar.
yang disampaikan melalui mata pelajaran,
serta dan dikembangkan dengan memperhatikan
karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata
pelajaran sebagai pendukung pencapaian.KI dan KD dikelompokkan menjadi empat
sesuai dengan rumusan yang didukungnya, yaitu: 1).Kelompok kompetensi dasar
sikap spiritual (mendukung KI-1) atau
kelompok 1, 2). Kelompok kompetensi dasar sikap sosial (mendukung KI- 2) atau kelompok 2, 3).
Kelompok kompetensi dasar pengetahuan
(mendukung KI-3) atau kelompok 3, dan 4). Kelompok kompetensi dasar keterampilan (mendukung
KI-4) atau kelompok 4.
b.
Materi SKI
1) Sirah Nabi dan
Lahirnya Masyarakat Islam
Muhammad Saw, lahir
pada tahun 570 masehi di Makkah, bertepatan dengan tahun Gajah dari keluarga
sederhana. Beliau mendapat wahyu pada usia ke -40 tahun atau tahun 610
Masehi, dan menyampaikan dakwahnya kepada keluarga
terdekatnya terlebih dahulu, diantaranya; Khadijah, istrinya sendiri, Ali bin
Ali Thalib, sahabat-sahabat terdekatnya, Abu Bakar As-Shidiq Usman bin Affan
Talhah dan Sa’ad dll. yang kesemuanya dikenal sebagai Assabiqunal Awwalun atau
yang mula-mula masuk agama islam yang berjumlah tigapuluh orang.
Setelah tiga tahun Nabi mengadakan dakwah secara
sembunyi-sembunyi, kemudian turunlah ayat AL Qur’an (surah Al-Hijr : 94) yang
menyuruh Nabi untuk menyebarkan Islam secara terang-terangan kepada seluruh
ummat manusia dengan membawa ajaran tentang tauhid, akhlakul karimah, membuat
persamaan derajat antara sesama manusia. Namun dakwahnya banyak mendapat
rintangan dan perlawanan dari suku Quraisy atau bangsa Arab dengan cacian dan
siksaan serta pemboikotan yang membuat Nabi dan sahabatnya memutuskan untuk
berhijrah ke Yasrib (Madinah) setelah sebelumnya mengadakan perjanjian dengan
penduduk Madinah pada perjanjian Aqabah 1, dan 2. Hanya dalam waktu dua
tahun kehijraannya, Nabi membuat sebuah
perjanjian yang mengatur hubungan seluruh etnis dan komunitas yang ada di
Madinah. Perjanjian ini dikenal sebagai piagam Madinah yang merupakan
konstitusi dari sebuah dasar negara Islam pertama yang mengatur tentang kondisi
sosial ekonomi, kehidupan militer, dasar-dasar hukum dan keagamaan bagi segenap
penduduk Madinah, baik muslim ataupun non muslim, serta kebebasan beragama
sesuai dengan kepercayaan dan keimanan masing-masing. Peranan Nabi di Madinah
betul-betul menunjukkan keagungan dan
kemuliyaannya. Disamping sebagai Nabi
dan pemimpin agama, juga sebagai pemimpin Negara, hakim, serta panglima
tertinggi militer.
2)
Kemajuan Ilmu-Ilmu Agamamasa Bani Abbasiyah diantaranya :
(a) Ilmu Tafsir. diantara karya besar
Tafsir adalah Al Farra’ yang merupakan karya Tafsir pertama. Kemudian At
Tabari, Tafsir Al Jahiz. Sedangkan para ahli Tafsir terkemuka adalah Abu Yunus
Abdus Salam Al Qozwani yang merupakan salah satu penganut aliran Tafsir bi al
Ra’yi. Sedangkan yang muncul dari aliran tafsir Bi Al Aqli adalah Amar Ibnu
Muhammad al-Khawarizmi, dan Amir al-Hasan bin Sahl.
(b)Ilmu Hadis.Diantara
kitab-kitab hadits ialah; kitab Hadis “Kutub as-Sittah” yang disusun oleh enam
ulama’ Hadis, yaitu Imam Muslim (wafat 261 H). beliau menyusun kitab Shohih
Muslim. Kemudian Imam Bukhori (wafat 256 H), Imam Turmudzi (wafat 279 H), Ibnu
Majjah (wafat 273 H), Imam Nasa’i (wafat 303 H), Abu Daud (wafat 275 H). Dari
enam ahli Hadis di atas ada dua yang dianggap paling otentik (shahih) yaitu
Shahih Muslim dan Shahih Bukhari yang lebih dikenal dengan “Shahihaini”.
(c) Ilmu Kalam. Berkembang pada
masa al-Ma’mun dan Harun al-Rasyid. Masa
itu terdapat dua aliran Ilmu Kalam, pertama aliran Mu’tazila yang diwakili para
ulama salaf, yaitu; Amru bin Ubaid.
Kedua aliran rasionalis, diantarapara ulama, yaitu; Abu Huzail al-Allaf (wafat
235 H), An-Nazzam (wafat 835 H), Bisri Ibnu Mu’tamir, dan Abu Ishaq Ibrahim.
(d) Ilmu Fiqh. Pada masa pemerintahanBani
Abbasiyah terdapat empat ulama’ Fiqh yang terkenal sampai sekarang, yaitu Imam
Abu Hanifah (wafat 129 H, Imam Malik (wafat 179 H), Imam Syafi’i (wafat 204 H)
dan Imam Ahmad bin Hambal (wafat 241 H).
e) Ilmu Tasawuf. Ilmu Tasawuf
dibawa oleh para sufi-sufi terkemuka seperti: Al-Qusyairi, nama lengkapnya Abu
Kasim Abdul Karim bin Hawzin al Qusairi (wafat 465 H). kitabnya yang terkenal
adalah Ar-Risalah al-Qusyairiyah. Abu Haffas Umar bin Muhammad Sahabuddin
(wafat 632 H) kitabnya yang terkanal adalah Awariful Ma’arif. Imam al Ghazali
(wafat 502 H) Kitabnya yang terkenal adalah Ihya’Ulumuddin , Al Basith,
Maqosidu Falsafah, Al munqizu mina Dhalal dll.
f) Filsafat..
Tokoh-tokoh dalam bidang filsafat ini adalah: Abu Yusuf bin Ishaq Al Kindi
(wafat 873 M). Ibnu Sina (Aviccena) lahir tahun 980 M di Buchara, diantara
bukunya; As Sifa’, Al Isryara, dan Ti’su Rasail fil hikmah. Al Farabi, lahir di
Turkistan tahun 870 M. Ibnu Rushd (Averoush) (Wafat 594 H) `
3) Kemajuan Sains dan
Tekonologi
Kemajuan Sains dan Tekonologi yang berkembang pada masa Bani
Abbasiyah diantaranya; a) Ilmu
Kedokteran. Diantara Ulama’ yang terkenal, yaitu Ar-Razi, ahli
kimia. Kemudian Ibnu Sina, kitabnya yang terkenal adalah “As Sifa” (Canon of
Medicine). Kemudian ahli bedah, Abul Qosim Az Zahrawi atau Abul Casis, (wafat 1009 M). b) Ilmu Kimia. Diantara ilmuwannya
yang terkenal adalah Jabir Ibnu Hayyam
yang bergelar “Bapa Ilmu Kimia Arab”. c)
Ilmu AstronomiUlama’ yang ahli
dalam ilmu astronomi adalah Al-Khawarizmi (wafat 846). Kemudian Ibnu Kardabah,
ahli perbintangan dan ilmu Falak, diantara
bukunya; Al-Mashalih wal Mawalik, Al-Buldan, Al Jihani dan Al Muhtasar.d) Ilmu Matematika.
Diantara ahli matemetika adalah Al-Khawarizimi dengan teori Al-Jabar dan penemu
“Angka Arab” (123456789). Selanjutnya Ibnu Haitam, penemu Trigonometri.
Disamping itu, ada beberapa ilmu yang belum dibukukan yaitu; ilmu fisikis
(Botani) atau ilmu tumbuhan, ilmu Fisika, Geografi dan ilmu Sejarah.
4) Kemajuan Bidang
Ekonomi
Khalifah kedua dari
Abbasiyah adalah Al-Mansur, diantara kebijakannya; Sektor pertanian, dengan
gerakan revolusi hijau dan membangun bendungan serta kanal diberbagai tempat.
Kemudian Sektor Industri, yaitu; penambangan perak, tembaga, timah, dan besi
Persia dan khurasan, penambangan marmar dan tembikar, tenunan kain dan sutera,
dan pembuatan kapal laut. Selanjutnya pada sektor perdagangan, dengan melakukan kegiatan
ekspor dan impor, seperi bejana India, besi buatan Khurasan, gaharu, misik dan
pelana dari Cina, minyak wangi dari Yama, senjata dan besi dari Syam.
5) Sektor Administrasi
Pemerintahan
Bani Abbasiya memakai system Monarchi, dimana para
khalifah memegang kendali pemerintahan dan menjadi penglima tertinggi pasukan
perangnya. Tetapi dalam operasionalnya, khalifah membentuk Perdana Menteri
(Wazir ar-Wuzara’) serta panglima besar angkatan perang (Amiral ‘Umara’). Selain unsur-unsur di atas, juga ada menteri-menteri
(diwan) yang khusus mengatur bidang masing-masingdintaranya Lembaga Diwan
al-Aziz atau The August Board yang berjumlah 12 dewan.
6) Seni dan
Budaya Islam di Indonesia
Seni budaya Islam
adalah hasil olah akal, budi, cipta, rasa, karsa, dan karya manusia yang
berlandaskan pada nilai-nilai tauhid dan mulai berkembang seiring dengan
penyebaran agama Islam di wilayah
nusantara oleh para ulama dan muballigh yang dikenal dengan wali songo, dan
memanfaatkan berbagai media seni budaya sebagai salah satu media dakwah, antara
lain melalui lantunan syair-syair shalawat, dengan menggunakan peralatan
kesenian gamelan, pementasan wayang golek dan lain-lain. Seni budaya Islam
merupakan akulturasi nilai-nilai seni
budaya tradisional Islami yang menjadi pondasi tumbuh kembangnya berbagai
kearifan lokal seni dan budaya saat ini.
7) Revitalisasi
Seni Budaya Tradisional Islami
Seiring dengan perkembangan era globalisasi,
teknologi, informasi dan komunikasi serta masuknya berbagai macam seni dan
budaya asing ke Indonesia yang berdampak pada prilaku, pola pikir, moral dan
ahlak yang jauh dari nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Fenomena tersebut
perlu diantisipasi dengan menanamkan berbagai nilai-nilai agama melalui
pendekatan seni dan budaya Islam, antara lain program “Revitalisasi Seni Budaya
Tradisional Islami”. untukmenghidupkan kembali nilai-nilai seni budaya
tradisional yang Islami.Seni budaya Islam terbagi menjadi beberapa katagori,
antara lain: (1) seni suara, (2) seni tari, (3) drama, (4) seni kaligrafi, (5)
seni lukis dan (6) seni pahat. Seni budaya tradisional islami ini terdapat pada
semua suku serta daerah di Indonesia yang merupakan hasil akulturasi budaya dan
Islam.
8) Gerakan-gerakan
Pembebasan dan Pembaharuan Islam
Pada dasarnya
gerakan pembaharuan Islam adalah
upaya untuk
menyesuaikan (kontekstualisasi) ajaran Islam dengan
perkemba-nganbaru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
modern yang dipelopori oleh; Muhammad Ali Pasya, Muhammad Abduh, Muhammad
Iqbal, Jamaluddin Al-Afgani, dll. Munculnya gerakan ini dilatarbelakangi oleh
sifat jumud (stagnan), merasa puas dengan ajaran yang sudah ada, Persatuan di
kalangan umat Islam mulai terpecah belah, adanya kontak antara dunia Islam dan Barat,
serta kekhawatiran para tokoh Islam dengan berkembangnya “renaissance” di dunia Barat
yang “menyingkirkan” peran agama dari kehidupan masyarakat. Gerakan-gerakan
ini diantaranya; a) Pan Islamisme,
yaitu; solidaritas antara seluruh umat Islam, dan bisa juga diartikan persatuan
seluruh umat Islam yang muncul pada pertengahan abad ke-19 oleh Sayyid Jamaluddin
al-Afghani (1839-1897 M). b) Nasionalisme, yaitugerakan kebangsaan,
yang berasal dari Barat melalui
penjajahan. Gerakan ini muncul di negeri-negeri muslim, setelah perang dunia
pertama, diantaranya : Mesir, yang
dipelopori oleh Al-Tahtawi (1801-1873), Musthafa Kamil, Muhammad Faried Bey
(1867-1919), dan Saad Zaghniul Pasya (1857-1927).KemudianTurki. Kebangkitan semangat nasional menghalaupenjajah, yang pada
tanggal 25 Juli 1925 ditandatangani perjanjian Lausanue, dan pemerintah Mustafa
Kemal mendapatkan pengakuan internasional. Selanjutnya, India-Pakistan.Setelah runtuhnya kerajaan Mughaltahun 1857, India
menjadi jajahan Inggris. Diantara tokoh pembaharu di India, adalah; Sayyid
Ahmad Khan dan Sayyid Amir Ali, dan Iqbal dengan ide dinamikanya.
9) Kebangkitan Islam
Kebangkitan Islam banyak dipelopori oleh tokoh-tokoh
karismatik, di antaranya; Muhammad
Ali Pasha [1765 M]seorang keturunan Turki. Pembaharuan
yang dilakuan yaitu; dalam bidang
politik, militer, ekonomi, pemerintahan maupun pendidikan. Kemudian Syaikh Muhammad Abduh
[1849-1905 M]bersamamuridnyaSyaikh Rashid Ridha [1856-1935 M].Pembaharuan
yang dilakuan yaitu; 1.Purifikasi atau pemurnian ajaran Islam dari bid`ah dan
khurafat; 2.Reformasi pendidikan tinggi Islam; 3.Reformasi doktrin Islam
berdasarkan pemikiran modern, 4.Mempertahankan Islam dari serangan-serangan
Barat-Kristen dari sudut keilmuan.
SelanjutnyaMuhammad
Iqbal [1873-1938 M]dari India, seorang penyair sekaligus
filosof, tiga buah gagasannya, antara lain: 1. Pan Islamisme; 2. A Free Personal Causality, atau hukum
sebab akibat dari kehendak pribadi, termasuk tentang ijtihad; 3.Faham Dinamisme.Serta Jamaluddin al-Afghani [1838-1897 M],pemikiran
politik al-Afghani tentang negara dansistem pemerintahan, yaitu ;1). Bentuk
Negara dan Pemerintahan.2) Sistem
Demokrasi. 3) Pan Islamisme.Era
Kebangkitan Islam mulai terbuka lebar setelah terbebas dari belenggu penjajahan dan
mulai menata negaranya masing-masing terutama di Asia dan Afrika, Pakistan dan
Iran, dll.
10) Masuknya Islam ke kawasan Asia Tenggara
Terdapat beberapa teori
tentang masuknya Islam ke kawasan Asia
Tenggara, yaitu ; Teori dari Arab,Teori dari
Cina,dan Teori dari India/Gujarat. Sementara jalur dan strateginya melalui
beberapa cara, yaitu; Jalur Perdagangan, Perkawinan, Tasawuf, Pendidikan,
Kesenian, dan Politik.
11)
Perkembangan Islam di negara-negara Asia Tenggara
a) Islam di
Indonesia.
Dari segi jumlah penduduk
Indonesia menempati urutan keempat terbanyak di dunia, setelah China,
India dan Amerika Serikat tapi urutan pertama pada tingkat dunia Islam. Ada
beberapa teori mengenai masuknya Islam ke Indonesia, yaitu; teori Gujarat, teori Makkah,
teori Persia, dan teori Cina. Para Ulama
awal yang menyebarkan Islam di Indonesia adalah Hamzah Fansuri,Syamsuddin
Al-Sumatrani, Nuruddin Ar-Raniri, Abdurauf Singkel, Syeikh Muhammad Yusuf
Al-Makassari, Syeikh Abdussamad al-Palimbani, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari,
Syeikh Muhammad Nafis al-Banjari, Syeikh Muhammad bin Umar al-Nawawi
al-Bantani, Khatib Minangkabau.
b) Islam di
Malaysia
Islam adalah agama resmi negara federasi Malaysia yang Hampir
50% dari 13 juta penduduknya sebagian besar adalah orang melayu yang tinggal di
Semenanjung Malaysia, sisanya adalah etnik minoritas yakni; Cina sekitar 38%,
dan lainnya adalah India dan Arab. Diantara
peradaban Islam di Malaysia yaitu;
a) Masjid Ubaidiyah yang megah di Kuala Kancong. b) Banyaknya bangunan-bangunan sekolah Islam.
c) Hukum Islam (Syari’at) menjadi hukum resmi Negara pada pemerintahan
Malaysia.
c) Islam di
Singapura
Etnis melayu merupakan komunitas muslim terbesar di Singapura.
Beberapa lembaga-lembaga muslim profesional seperti Maarof Saleh (Presiden
Himpunan Belia Islam), Dr. Muhd. Hussain Muthalib (Direktur Eksekutif MUIS dan
Dosen University of Singapore) dan Ridwan Abdullah (Presiden The Muslem Convert
Assosiation Darul Arqam) dan pada tahun 1981 didirikan sebuah lembaga
pendidikan anak muslim (MENDAKI) dan mendapatkan dukungan dari pemerintah
setempat.
d) Islam di
Thailand
Islam di Muangthai adalah agama minoritas hanya 4 %, dari
penduduk yang mayoritas menganut agama
Budha dan Hindu. Orang Melayu Muslim
merupakan golongan minoritas terbesar ke-dua di Muangthai setelah
golongan Cina dan tergolong Muslim Sunni dari madzab Syafi’I. Islam di
Muangthai telah banyak membawa peradaban-peradaban, misalnya ; a) Di Bangkok terdaftar sekitar 2000 bangunan
masjid yang sangat megah dan indah. b) Golongan
Tradisional dan golongan ortodoks telah menerbitkan majalah Islam
“Rabittah”. c) Golongam modernis berhasil menerbitkan jurnal “Al Jihad”.
e) Islam di Brunei
Darussalam
Penduduk negara ini terdiri dari 65% suku melayu, 25%
keturunan cina dan sisanya kelompok pribumi kalimantan. Beberapa sumber
menyatakan bahwa agama islam masuk ke negara ini pada abad ke-15, dan berubah
menjadi kesultanan Islam. Islam
berkembang di Negara ini tanpa banyak menemui kesulitan karena dukungan dari
keluarga kerajaan dan mendapatkan perlindungan dari negara.
f) Islam di
Filiphina
Pada abad ke-6 H/12 M. Islam tersebar di wilayah ini hampir
mencapai seluruh kepulauannya, dan telah berdiri pemerintahan Islam. Pada tahun
928 H/
12)
Islam Di Afrika
Agama Islam masuk ke daratan Afrika
pada masa Khalifah Umar bin Khattab yang dipimpin oleh Amru bin Ash ke Romawi
di Mesir di mulai pada tahun 19 H (640 M) dan pada tahun 22 H (642 M), kekuasaan Romawi di Mesir berakhir. Adapun
Perkembangan Islam di Afrika diantaranya :
a) Mesir, adalah kawasan Afrika pertama yang menerima
masuknya Islam di benua ini, penduduknya lebih kurang 42 juta jiwa, dimana
sekitar tiga jutanya beragama Kristen selebihnya beragama Islam. Di Mesir
terdapat delapan universitas yang
termasyhur ke seluruh dunia, salahsatunya adalah Al-Azhar di Kairo yang didirikan oleh Bani
Fathimiyah pada tahun 972 M. Sementara itu, perluasan Islam di kawasan Tunisia telah terjadi sejak
pemerintahan Khalifah Usman bin Affan tahun 23-35 H (644-656 M) oleh Panglima
Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah. Sedangkan masuknya Islam ke Maghribil Aqsha atau Afrika Utara
sesudah berdirnya daulah Bani Umayah dibawah pimpinan Khalifah Walid bin Abdul
Malik, yang memberikan tugas tersebut kepada Panglima Musa bin Nushair yang
akhirnya ditunjuk sebagai gubernur wilayah itu.
b) Libya, merupakan
kawasan terpanas di Timur Tengah, dengan luas 1.795.540 km berpenduduk ± 3 juta
jiwa terdiri dari bangsa Arab, Barbar, serta Palestina hampir seluruhnya
beragama Islam.
c) Nigeria.
Penduduknya terdiri atas macam-macam suku bangsa berjumlah ± 90 juta dan 75 %
beragama Islam selebihnya Kristen maupun Animisme. Negeri-negeri yang menikmati
pengaruh Islam di kawasan Afrika dan hingga kini penduduknya mayoritas beragama
Islam antara lain Maroko, Sudan, Al-Jazair, dan Ethiopia.
Soal Pilihan Ganda;
1.
Bangsa Arab
sebelum Islam mempunyai peradaban jahiliyah, mempunyai kepercayaan
bermacam-macam, orang lebih membela suku daripada memperhatikan kemanusiaan,
nilai wanita bagaikan benda yang bisa diwariskan dan dipakai sebagai permainan,
memiliki watak pendendam yang diperoleh dari warisan nenek moyangnya. Perilaku
bangsa Arab sebelum Islam:
d. Mempunyai peradaban jahiliyah
sehingga mengakibatkan merosotnya kadar keimanan dan rendahnya penghargaan
terhadap nilai-nilai kemanusiaan
2.
Upaya terhadap
pemurnian ajaran Islam dari unsur-unsur asing yang dilakukan para tokoh
pembaharu Islam dipandang sebagai....
c. Penyebab eksisnya Islam di
bandingkan dengan agama lain
3.
Latar belakang
hijrahnya Nabi SAW dari Makkah ke Madinah antara lain: Pertama, bertambah
dahsyatnya siksaan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap kaum
muslimin. Kedua, pemboikotan ekonomi terhadap pemeluk Islam. Ketiga,
meninggalnya orang-orang yang dekat dengan Nabi. Pelajaran yang dapat diambil
dari peristiwa hijrah ini adalah:
a. Hijrah yang berkaitan dengan aktivitas fisik,
yaitu berpindah dari suatu tempat ke tempat lain untuk syiar agama Allah, atau
disebut hijrah lahiriyah
4.
Dalam
menyebarkan Islam, Rasulullah menggunakan berbagai strategi dakwah, diantaranya
dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dakwah secara terang-terangan dan pada
akhirnya hijrah ke Madinah. Jika dikaitkan kondisi sekarang, ada sekelompok
umat Islam menyebarkan Islam dengan cara paksaan. Cara demikian tidak sesuai
dengan yang dilakukan Rasulullah yang sukses dalam berdakwah. Strategi dakwah
Rasulullah lebih mengutamakan …
a.
Keluhuran akhlak dan keteladanan pribadi nabi Muhammad SAW
5.
Muhammad Abduh
seorang pemikir pembaharuan dari Mesir juga mempunyai gagasan yang memajukan
Islam pada saat itu, ,kecuali......
d. Mempertahankan Islam dari serangan-serangan
budaya asing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar