Translate

Senin, 27 Juli 2020

Kebijakan Pengembangan Profesi Guru (KPPG)

 

Kebijakan Pengembangan Profesi Guru (KPPG)

Hakekat Guru Profesional

Guru yang profesional adalah guru yang mencintai terhadap profesinya, walaupun secara finansial mungkin kurang menjanjikan. Guru yang baik, ia akan merasa senang kalau muridnya pintar, cepat paham, berakhlak mulia. Sebaliknya ia akan sedih kalau muridnya bodoh, tidak paham dan tidak bermoral, tetapi dia tidak benci terhadap murid-murid tersebut.

Kualifikasi dan Kompetensi Akademik Guru

Kualifikasi guru harus memenuhi syarat minimal berpendidikan S-1 atau diploma empat sesuai dengan bidang studi yang diampunya,sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.Peningkatan kompetensi guru dilaksanakan melalui; Pendidikan dan Pelatihan, Kegiatan Selain Pendidikan dan Pelatihan, serta Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Secara umum program peningkatan kompetensi guru diselenggarakan dengan menggunakan prinsip-prinsip; 1).Demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif. 2).Satu kesatuan yang sistemik. 3).proses pembudayaan dan pemberdayaan guru yang berlangsung sepanjang hayat. 4).memberi keteladanan, membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas guru dalam proses pembelajaran. 5).memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

Secara khusus program peningkatan kompetensi guru diselenggarakan dengan menggunakan prinsip-prinsip ;  1).Ilmiah.  b.Relevan.  2).Sistematis.  3).Konsisten.

4).Aktual dan kontekstual. 5).Fleksibel. 6).Demokratis. 7).Obyektif. 8).Kompre-hensif. 9).Memandirikan. 10).Profesional. 11).Bertahap. 12). Berjenjang. 

13). Berkelanjutan. 14).Akuntabel.  15). Efektif, dan 16). Efisien,

Tugas dan Tanggung Jawab Guru

Tugas utama guru adalahmendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevalusi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah. Sedangkantugas guru secara umumadalah mendidik, memberikan dorongan, memuji, menghukum, membentuk contoh dan membisakan.

Adapun tugas khusus seorang guru yaitu;  Sebagai pengajar (intructional). Sebagai pendidik (educator) dan Sebagai pemimpin (leadership)

Hak dan Kewajiban Tenaga Guru

1) Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak mendapatkan penghasilan yang layak, perlindungan dalam melaksanakan tugas, menda-patkan promosi, memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi, ke-bebasan memberikan penilaian kepada pesertra didik, memeiliki kebebasan berserikat dalam organisasi profesi, memperoleh pelatihan dan memperoleh rasa aman.

2) Guru berkewajiban merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran, meningkatkan kualifikasi dan komptensi secara berkelanjutan, bertindak obyektif dan tidak diskriminatif, menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan dan memelihara dan memupuk persauan dan kesatuan bangsa.

Landasan Pengembangan Profesionalitas Guru

Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa guru wajib menjadi anggota organisasi atau asosiasi profesi. Pembentukan organisasi atau asosiasi profesi dimaksud dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Setiap organisasi, dalam hal ini organsasi profesi itu mempunyai Kode Etik Guru Indonesia (KEGI) sebagai pedoman bersikap dan berperilaku yang terwujud dalam bentuk nilai-nilai moral dan etika dalam jabatan guru sebagai pendidik putera-puteri bangsa.

Strategi Pengembangan Profesionalitas Guru

     Pembinaan dan pengembangan profesi guru meliputi ;  kompetensi pedagogik,  kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.Pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagaimana dimaksud dilakukan melalui jabatan fungsional.Pembinaan dan pengembangan karir meliputi;  Penugasan, kenaikan pangkat, dan promosi.Penugasan guru, terdiri dari; tugas sebagai Guru Kelas/Mata Pelajaran dan Guru dengan tugas tambahan. Sedangkan Promosi Guru, berupa penugasan sebagai guru pembina, guru inti, instruktur, wakil kepala, kepala, pengawas Sekolah/Madrasah, dan sebagainya.

     AdapunKenaikan Pangkatdapat melalui Pendidikan dan Pengembangan Profesi Guru.Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) Jenis kegiatannya meliputi pengembangan diri (diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru), publikasi ilmiah (hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal, dan buku teks pelajaran, buku pengayaan dan pedoman guru), karya inovatif (menemukan teknologi tepat guna; menemukan atau menciptakan karya seni; membuat atau memodifikasi alat pelajaran; dan mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnya)

     Unsur Penunjang, yaitu ;(1) Memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya. (2) Melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas guru sesuai dengan kriteria dan dilengkapi dengan bukti fisik


Pengembangan Pendidikan Karakter dan Potensi Peserta Didik

Salah satu dari kompetensi pedagogik yang harus dikuasai guru adalah memahami karakteristik anak didiknya, sehingga tujuan pembelajaran, materi yang disiapkan, dan metode yang dirancang untuk menyampaikannya benar-benar sesuai dengan karakteristik siswanya. Perbedaan karakteristik anak dapat dipengaruhi  oleh perkembangannya, sehinggabanyak ahli psikologi perkembanganyang membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi, yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa.

a.    Metode dalam psikologi perkembangan

Ada dua metode yang sering dipakai dalam meneliti perkembangan manusia, yaitu longitudinal dan cross sectional. Metode longitudinal,l mengamati dan mengkaji perkembangan satu atau banyak orang yang sama usia dalam waktu yang lama. Sedangkan metode cross sectional,mengamati dan mengkaji banyak anak dengan berbagai usia dalam waktu yang sama.

b.    Pendekatan dalam psikologi perkembangan

Dalam kajian perkembangan,manusia dapat menggunakan pendekatan menyeluruh atau pendekatan khusus (Nana Sodih Sukmadinata, 2009),yang mendeskripsikan semua segi perkembanganseperti perkembangan fisik, motorik, social, intelektual, moral, intelektual, emosi, religi, dsb.

c.    Teori perkembangan

Beberapa teori perkembangan yang sering dijadikan acuan dalam bidang pendidikan, yaitu teori menyeluruh/global (Rousseau, Stanley Hall, Havigurst), dan teori khusus/spesifik (Piaget, Kohlbergf, Erikson)

1)   Jean Jacques Rousseau 

1

 
Rousseau membagi perkembangan anak menjadi empat tahap, yaitu :

a) Masa bayi infancy (0-2 tahun). Pertumbuhan fisik lebih dominan dibandingkan perkembangan aspek lain, sehingga anak disebut sebagai binatang yang sehat. b) Masa anak / childhood (2-12 tahun) disebut masa perkembangan sebagai manusia primitive. c) Masa remaja awal/pubescence (12-15 tahun), perkembangan intelektual yang pesat dan kemampuan bernalar juga disebut masa bertualang. d) Masa remaja / adolescence (15-25 tahun), terjadi perkembangan pesat pada aspek seksual, social, moral, dan nurani, juga disebut masa hidup sebagai manusia beradab.

2)   Stanley Hall 

Stanley Hall mengemukukakan teori bahwa perubahan menuju dewasa merupakan bagian dari proses evolusi, akan tetapi factor lingkungan dapat mempengaruhi cepat lambatnya proses tersebut. Stanley Hall membagi proses perkembangan menjadi empat tahap, yaitu:

a)     Masa kanak-kanak / infancy (0-4 tahun), perkembangan anak disamakan dengan binatang, yaitu melata atau berjalan.

b)   Masa anak / childhood (4-8 tahun), yaitu masa pemburu, anak haus akan pemahaman lingkungan dan sekitarnya.

c)    Masa puber / youth 8-12 tahun), anak tumbuh dan berkembang tetapi sebagai makhluk yang belum beradab.

d)   Masa remaja / adolescence (12 – dewasa), anak menjadi manusia beradab dan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

3)   Robert J. Havigurst 

Teori ini berpendapat bahwa  cepat lambatnya pertumbuhan anak itu tergantung pada tantangan dan problema yang dihadapi di lingkungannya. Havigurstmenyusun sepuluh fase tugas perkembangan yang harus dikuasai anak, yaitu:  a) Ketergantungan – kemandirian. b)Memberi-menerima kasih saying. c) Hubungan social. d) Perkembangan kata hati. e) Peran biososio dan psikologis.            f) Penyesuaian dengan perubahan badan. g) Penguasaan perubahan badan dan motoric. h) Memahai dan mengendalikan lingkungan fisik. i) Pengembangan kemampuan konseptual dan system symbol. dan  j) Kemampuan meolihat hubungan denganh alam semesta. Tugas perkembangan pada setiap fase akan mempengaruhi penguasaan tugas-tugas pada fase berikutnaya.

4)   Jean Piaget

Piaget lebih memfokuskan kajiannyapada aspek perkembangan kognitif yang melakukan pengamatan pada tiga orang anaknya, serta mengelompokkannya dalam empat tahap, yaitu:

a)    Tahap sensorimotorik (0-2 tahun), kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak reflex, bahasa awal, dan ruang waktu sekarang saja.

b)   Tahap praoperasional (2-4 tahun), anak mulai mengembangkan kemampuan menerima stimulus, persepsi ruang dan waktu secara terbatas. Kemampuan bahasa mulai berkembang, pemikiran masih statis, dan belum dapat berpikir abstrak

c)    Tahap operasional konkrit (7-11 tahun), anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi.

d)   Tahap operasonal formal (11-15 tahun), anak sudah mampu berpikir tingkat tinggi, seperti berpikir secara deduktif, induktif, menganalisis, mensintesis, berpikir secara abstrak, serta mampu memecahkan berbagai masalah.

5)   Lawrence Kohlberg

Teori Kohlberg tidak jauh berbeda dari teori Havigurst, namun teori ini lebih fokus pada kemampuan kognitif moral, yang menganggap, bahwa kemampuan kognitif moral seseorang dapat diukur melalui konflik dilema dalam dirinya mengenai kebenaran, keadilan, aturan, dan kewajiban moral. Dan membagi perkembangan moral kognitif anak menjadi tiga tahapan, yaitu:

a)    Preconventional moral reasoning

    (1) Obidience and paunisment orientation. Orientasi anak masih pada konsekuensi fisik dari perbuatan benar-salahnya, yaitu hukuman dan kepatuhan, dan (2) Naively egoistic orientation. Anak beorientasi pada instrument relative. Perbuatan benar adalah perbuatan yang secara instrument memuaskan keinginannya sendiri dan (kadang-kadang) juga orang lain.

b)   Conventional moral reasoning

     (1) Good boy orientation. Orientasi perbuatan yang baik adalah yang menyenangkan, membantu, atau disiepakati oleh orang lain. (2) Authority and social order maintenance orientation, yaitu orientasi anak pada aturan dan hukum.

c)    Post conventional moral reasoning

     (1) Contranctual legalistic orientation. Tahap ini, orientasi anak pada legalitas kontrak social, dan mulai peduli pada hak azasi individu, serta hal yang baik adalah yang disepakati oleh masyarakat. (2) Conscience or principle orientation. Orientasi adalah pada prinsip-prinsip etika yang bersifat universal.

6)   Erick Homburger Erickson

Menurut Erickson (dalam Harre dan Lamb, 1988), perkembangan, anak melewati delapan tahap yang digambarkan pada table berkut ini;

TAHAP

USIA

KRISIS PSIKOSOSIAL

KEMAMPUAN

I

0-1

Basic trust vs mistrust

Menerima, dan sebaliknya, memberi

II

2-3

Autonomy vs shame and doubt

Menahan atau membiarkan

III

3-6

Initiative vs guilt

Menjadikan (seperti) permainan

IV

7-12

Industry vs inferiority

Membuat atau merangkai sesuatu

V

12-18

Identity vs role confusion

Menjadi diri sendiri, berbagi konsep diri

VI

20an

Intimacy vs isolation

Melepas dan mencari jati diri

VII

20-50

Generativity vs stagnation

Membuat, memelihara

VII

>50

Ego integrity vs despair

 

 


RUANG LINGKUP MATERI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM

2.    Hakekat Mata Pelajaran SKI 

       Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan catatan perkembangan perjalanan hidup manusia muslim dari masa ke masa dalam beribadah, bermuamalah dan berakhlak serta dalam mengembangkan sistem kehidupan atau menyebarkan ajaran Islam yang dilandasi oleh akidah. Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada hakekatnya; Kemampuan mengambil ibrah/ hikmah (pelajaran) dari sejarah Islam, meneladani Nabi dan tokoh-tokoh berprestasi, serta mengaitkannya dengan fenomena nyata, untuk mengembangkan Kebudayaan dan peradaban Islam pada masa kini dan masa yang akan datang”

a.    Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI-KD) mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam [SKI], tertuang dalam Keputusan Menteri

Agama RI    nomor 165 tahun 2014   tentang    Pedoman     Kurikulum

Madrasah 2013 mata  pelajaran PAI dan Bahasa Arab. Untuk  mendukung Kompetensi Inti, capaian pembelajaran mata pelajaran diuraikan menjadi kompetensi-kompetensi dasar. yang  disampaikan melalui mata pelajaran, serta dan dikembangkan dengan memperhatikan  karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran sebagai pendukung pencapaian.KI dan KD dikelompokkan menjadi empat sesuai dengan rumusan yang didukungnya, yaitu: 1).Kelompok kompetensi dasar sikap  spiritual (mendukung KI-1) atau kelompok 1, 2). Kelompok kompetensi dasar sikap  sosial (mendukung KI- 2) atau kelompok 2, 3). Kelompok  kompetensi dasar pengetahuan (mendukung KI-3) atau kelompok 3, dan 4). Kelompok  kompetensi dasar keterampilan (mendukung KI-4) atau kelompok 4.

b.   Materi SKI

1) Sirah Nabi dan Lahirnya Masyarakat Islam

Muhammad Saw, lahir pada tahun 570 masehi di Makkah, bertepatan dengan tahun Gajah dari keluarga sederhana. Beliau mendapat wahyu pada usia ke -40 tahun atau tahun 610 Masehi,  dan  menyampaikan dakwahnya kepada keluarga terdekatnya terlebih dahulu, diantaranya; Khadijah, istrinya sendiri, Ali bin Ali Thalib, sahabat-sahabat terdekatnya, Abu Bakar As-Shidiq Usman bin Affan Talhah dan Sa’ad dll. yang kesemuanya dikenal sebagai Assabiqunal Awwalun atau yang mula-mula masuk agama islam yang berjumlah tigapuluh orang.

Setelah tiga tahun Nabi mengadakan dakwah secara sembunyi-sembunyi, kemudian turunlah ayat AL Qur’an (surah Al-Hijr : 94) yang menyuruh Nabi untuk menyebarkan Islam secara terang-terangan kepada seluruh ummat manusia dengan membawa ajaran tentang tauhid, akhlakul karimah, membuat persamaan derajat antara sesama manusia. Namun dakwahnya banyak mendapat rintangan dan perlawanan dari suku Quraisy atau bangsa Arab dengan cacian dan siksaan serta pemboikotan yang membuat Nabi dan sahabatnya memutuskan untuk berhijrah ke Yasrib (Madinah) setelah sebelumnya mengadakan perjanjian dengan penduduk Madinah pada perjanjian Aqabah 1, dan 2. Hanya dalam waktu dua tahun  kehijraannya, Nabi membuat sebuah perjanjian yang mengatur hubungan seluruh etnis dan komunitas yang ada di Madinah. Perjanjian ini dikenal sebagai piagam Madinah yang merupakan konstitusi dari sebuah dasar negara Islam pertama yang mengatur tentang kondisi sosial ekonomi, kehidupan militer, dasar-dasar hukum dan keagamaan bagi segenap penduduk Madinah, baik muslim ataupun non muslim, serta kebebasan beragama sesuai dengan kepercayaan dan keimanan masing-masing. Peranan Nabi di Madinah betul-betul  menunjukkan keagungan dan kemuliyaannya. Disamping  sebagai Nabi dan pemimpin agama, juga sebagai pemimpin Negara, hakim, serta panglima tertinggi militer.

2)  Kemajuan Ilmu-Ilmu Agamamasa Bani Abbasiyah diantaranya :

    (a) Ilmu Tafsir. diantara karya besar Tafsir adalah Al Farra’ yang merupakan karya Tafsir pertama. Kemudian At Tabari, Tafsir Al Jahiz. Sedangkan para ahli Tafsir terkemuka adalah Abu Yunus Abdus Salam Al Qozwani yang merupakan salah satu penganut aliran Tafsir bi al Ra’yi. Sedangkan yang muncul dari aliran tafsir Bi Al Aqli adalah Amar Ibnu Muhammad al-Khawarizmi, dan Amir al-Hasan bin Sahl.

     (b)Ilmu Hadis.Diantara kitab-kitab hadits ialah; kitab Hadis “Kutub as-Sittah” yang disusun oleh enam ulama’ Hadis, yaitu Imam Muslim (wafat 261 H). beliau menyusun kitab Shohih Muslim. Kemudian Imam Bukhori (wafat 256 H), Imam Turmudzi (wafat 279 H), Ibnu Majjah (wafat 273 H), Imam Nasa’i (wafat 303 H), Abu Daud (wafat 275 H). Dari enam ahli Hadis di atas ada dua yang dianggap paling otentik (shahih) yaitu Shahih Muslim dan Shahih Bukhari yang lebih dikenal dengan “Shahihaini”.

(c) Ilmu Kalam. Berkembang pada masa al-Ma’mun  dan Harun al-Rasyid. Masa itu terdapat dua aliran Ilmu Kalam, pertama aliran Mu’tazila yang diwakili para ulama  salaf, yaitu; Amru bin Ubaid. Kedua aliran rasionalis, diantarapara ulama, yaitu; Abu Huzail al-Allaf (wafat 235 H), An-Nazzam (wafat 835 H), Bisri Ibnu Mu’tamir, dan Abu Ishaq Ibrahim.

(d) Ilmu Fiqh. Pada masa pemerintahanBani Abbasiyah terdapat empat ulama’ Fiqh yang terkenal sampai sekarang, yaitu Imam Abu Hanifah (wafat 129 H, Imam Malik (wafat 179 H), Imam Syafi’i (wafat 204 H) dan Imam Ahmad bin Hambal (wafat 241 H).

e) Ilmu Tasawuf. Ilmu Tasawuf dibawa oleh para sufi-sufi terkemuka seperti: Al-Qusyairi, nama lengkapnya Abu Kasim Abdul Karim bin Hawzin al Qusairi (wafat 465 H). kitabnya yang terkenal adalah Ar-Risalah al-Qusyairiyah. Abu Haffas Umar bin Muhammad Sahabuddin (wafat 632 H) kitabnya yang terkanal adalah Awariful Ma’arif. Imam al Ghazali (wafat 502 H) Kitabnya yang terkenal adalah Ihya’Ulumuddin , Al Basith, Maqosidu Falsafah, Al munqizu mina Dhalal dll.

f) Filsafat.. Tokoh-tokoh dalam bidang filsafat ini adalah: Abu Yusuf bin Ishaq Al Kindi (wafat 873 M). Ibnu Sina (Aviccena) lahir tahun 980 M di Buchara, diantara bukunya; As Sifa’, Al Isryara, dan Ti’su Rasail fil hikmah. Al Farabi, lahir di Turkistan tahun 870 M. Ibnu Rushd (Averoush) (Wafat 594 H) `

3) Kemajuan Sains dan Tekonologi

     Kemajuan Sains dan Tekonologi yang berkembang pada masa Bani Abbasiyah diantaranya; a) Ilmu Kedokteran. Diantara Ulama’ yang terkenal, yaitu Ar-Razi, ahli kimia. Kemudian Ibnu Sina, kitabnya yang terkenal adalah “As Sifa” (Canon of Medicine). Kemudian ahli bedah, Abul Qosim Az Zahrawi atau Abul Casis,  (wafat 1009 M).      b) Ilmu Kimia. Diantara ilmuwannya yang terkenal adalah Jabir Ibnu  Hayyam yang bergelar “Bapa Ilmu Kimia Arab”.  c) Ilmu  AstronomiUlama’ yang ahli dalam ilmu astronomi adalah Al-Khawarizmi (wafat 846). Kemudian Ibnu Kardabah, ahli perbintangan dan  ilmu Falak, diantara bukunya; Al-Mashalih wal Mawalik, Al-Buldan, Al Jihani dan Al Muhtasar.d) Ilmu Matematika. Diantara ahli matemetika adalah Al-Khawarizimi dengan teori Al-Jabar dan penemu “Angka Arab” (123456789). Selanjutnya Ibnu Haitam, penemu Trigonometri. Disamping itu, ada beberapa ilmu yang belum dibukukan yaitu; ilmu fisikis (Botani) atau ilmu tumbuhan, ilmu Fisika, Geografi dan ilmu Sejarah.

4) Kemajuan Bidang Ekonomi

Khalifah kedua dari Abbasiyah adalah Al-Mansur, diantara kebijakannya; Sektor pertanian, dengan gerakan revolusi hijau dan membangun bendungan serta kanal diberbagai tempat. Kemudian Sektor Industri, yaitu; penambangan perak, tembaga, timah, dan besi Persia dan khurasan, penambangan marmar dan tembikar, tenunan kain dan sutera, dan pembuatan kapal laut. Selanjutnya pada  sektor perdagangan, dengan melakukan kegiatan ekspor dan impor, seperi bejana India, besi buatan Khurasan, gaharu, misik dan pelana dari Cina, minyak wangi dari Yama, senjata dan besi dari Syam.

5) Sektor Administrasi Pemerintahan

Bani Abbasiya memakai system Monarchi, dimana para khalifah memegang kendali pemerintahan dan menjadi penglima tertinggi pasukan perangnya. Tetapi dalam operasionalnya, khalifah membentuk Perdana Menteri (Wazir ar-Wuzara’) serta panglima besar angkatan perang (Amiral ‘Umara’). Selain  unsur-unsur di atas, juga ada menteri-menteri (diwan) yang khusus mengatur bidang masing-masingdintaranya Lembaga Diwan al-Aziz atau The August Board yang berjumlah 12 dewan.

6) Seni dan Budaya Islam di Indonesia

Seni budaya Islam  adalah hasil olah akal, budi, cipta, rasa, karsa, dan karya manusia yang berlandaskan pada nilai-nilai tauhid dan mulai berkembang seiring dengan penyebaran  agama Islam di wilayah nusantara oleh para ulama dan muballigh yang dikenal dengan wali songo, dan memanfaatkan berbagai media seni budaya sebagai salah satu media dakwah, antara lain melalui lantunan syair-syair shalawat, dengan menggunakan peralatan kesenian gamelan, pementasan wayang golek dan lain-lain. Seni budaya Islam merupakan akulturasi  nilai-nilai seni budaya tradisional Islami yang menjadi pondasi tumbuh kembangnya berbagai kearifan lokal seni dan budaya saat ini.

7) Revitalisasi Seni Budaya Tradisional Islami

Seiring dengan perkembangan era globalisasi, teknologi, informasi dan komunikasi serta masuknya berbagai macam seni dan budaya asing ke Indonesia yang berdampak pada prilaku, pola pikir, moral dan ahlak yang jauh dari nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Fenomena tersebut perlu diantisipasi dengan menanamkan berbagai nilai-nilai agama melalui pendekatan seni dan budaya Islam, antara lain program “Revitalisasi Seni Budaya Tradisional Islami”. untukmenghidupkan kembali nilai-nilai seni budaya tradisional yang Islami.Seni budaya Islam terbagi menjadi beberapa katagori, antara lain: (1) seni suara, (2) seni tari, (3) drama, (4) seni kaligrafi, (5) seni lukis dan (6) seni pahat. Seni  budaya tradisional islami ini terdapat pada semua suku serta daerah di Indonesia yang merupakan hasil akulturasi budaya dan Islam.

    8)  Gerakan-gerakan Pembebasan dan Pembaharuan Islam

Pada dasarnya  gerakan   pembaharuan Islam adalah upaya untuk

menyesuaikan (kontekstualisasi) ajaran Islam dengan perkemba-nganbaru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang dipelopori oleh; Muhammad Ali Pasya, Muhammad Abduh, Muhammad Iqbal, Jamaluddin Al-Afgani, dll. Munculnya gerakan ini dilatarbelakangi oleh sifat jumud (stagnan), merasa puas dengan ajaran yang sudah ada, Persatuan di kalangan umat Islam mulai terpecah belah, adanya kontak antara dunia Islam dan Barat, serta kekhawatiran para tokoh Islam dengan berkembangnya “renaissance” di dunia Barat  yang “menyingkirkan” peran agama dari kehidupan masyarakat. Gerakan-gerakan ini diantaranya; a) Pan Islamisme, yaitu; solidaritas antara seluruh umat Islam, dan bisa juga diartikan persatuan seluruh umat Islam yang muncul pada pertengahan abad ke-19 oleh Sayyid Jamaluddin al-Afghani (1839-1897 M).  b) Nasionalisme, yaitugerakan kebangsaan, yang  berasal dari Barat melalui penjajahan. Gerakan ini muncul di negeri-negeri muslim, setelah perang dunia pertama, diantaranya : Mesir, yang dipelopori oleh Al-Tahtawi (1801-1873), Musthafa Kamil, Muhammad Faried Bey (1867-1919), dan Saad Zaghniul Pasya (1857-1927).KemudianTurki. Kebangkitan semangat nasional menghalaupenjajah, yang pada tanggal 25 Juli 1925 ditandatangani perjanjian Lausanue, dan pemerintah Mustafa Kemal mendapatkan pengakuan internasional. Selanjutnya, India-Pakistan.Setelah runtuhnya kerajaan Mughaltahun 1857, India menjadi jajahan Inggris. Diantara tokoh pembaharu di India, adalah; Sayyid Ahmad Khan dan Sayyid Amir Ali, dan Iqbal dengan ide dinamikanya.

   9) Kebangkitan Islam

Kebangkitan Islam banyak dipelopori oleh tokoh-tokoh karismatik, di antaranya; Muhammad Ali Pasha [1765 M]seorang keturunan Turki. Pembaharuan yang dilakuan  yaitu; dalam bidang politik, militer, ekonomi, pemerintahan maupun pendidikan. Kemudian Syaikh Muhammad Abduh [1849-1905 M]bersamamuridnyaSyaikh Rashid Ridha [1856-1935 M].Pembaharuan yang dilakuan yaitu; 1.Purifikasi atau pemurnian ajaran Islam dari bid`ah dan khurafat; 2.Reformasi pendidikan tinggi Islam; 3.Reformasi doktrin Islam berdasarkan pemikiran modern, 4.Mempertahankan Islam dari serangan-serangan Barat-Kristen dari sudut  keilmuan. SelanjutnyaMuhammad Iqbal [1873-1938 M]dari India, seorang penyair sekaligus filosof, tiga buah gagasannya, antara lain: 1. Pan Islamisme;  2. A Free Personal Causality, atau hukum sebab akibat dari kehendak pribadi, termasuk tentang ijtihad; 3.Faham Dinamisme.Serta Jamaluddin al-Afghani [1838-1897 M],pemikiran politik al-Afghani tentang negara dansistem pemerintahan, yaitu ;1). Bentuk Negara dan Pemerintahan.2) Sistem Demokrasi.  3) Pan Islamisme.Era Kebangkitan Islam mulai terbuka lebar  setelah terbebas dari belenggu penjajahan dan mulai menata negaranya masing-masing terutama di Asia dan Afrika, Pakistan dan Iran, dll.

 10) Masuknya Islam ke kawasan Asia Tenggara

Terdapat beberapa teori tentang masuknya Islam ke kawasan Asia

Tenggara, yaitu ; Teori dari Arab,Teori dari Cina,dan Teori dari India/Gujarat. Sementara jalur dan strateginya melalui beberapa cara, yaitu; Jalur Perdagangan, Perkawinan, Tasawuf, Pendidikan, Kesenian, dan Politik.

11) Perkembangan Islam di negara-negara Asia Tenggara

a)      Islam di Indonesia. 

   Dari segi jumlah penduduk  Indonesia menempati urutan keempat terbanyak di dunia, setelah China, India dan Amerika Serikat tapi urutan pertama pada tingkat dunia Islam. Ada beberapa teori mengenai masuknya Islam ke Indonesia, yaitu; teori Gujarat, teori Makkah, teori Persia, dan teori Cina. Para Ulama awal yang menyebarkan Islam di Indonesia adalah Hamzah Fansuri,Syamsuddin Al-Sumatrani, Nuruddin Ar-Raniri, Abdurauf Singkel, Syeikh Muhammad Yusuf Al-Makassari, Syeikh Abdussamad al-Palimbani, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, Syeikh Muhammad Nafis al-Banjari, Syeikh Muhammad bin Umar al-Nawawi al-Bantani, Khatib Minangkabau.

b)      Islam di Malaysia

      Islam adalah agama resmi negara federasi Malaysia yang Hampir 50% dari 13 juta penduduknya sebagian besar adalah orang melayu yang tinggal di Semenanjung Malaysia, sisanya adalah etnik minoritas yakni; Cina sekitar 38%, dan lainnya adalah India dan Arab. Diantara  peradaban Islam di Malaysia yaitu;  a) Masjid Ubaidiyah yang megah di Kuala Kancong.  b) Banyaknya bangunan-bangunan sekolah Islam. c) Hukum Islam (Syari’at) menjadi hukum resmi Negara pada pemerintahan Malaysia.

c)      Islam di Singapura

      Etnis melayu merupakan komunitas muslim terbesar di Singapura. Beberapa lembaga-lembaga muslim profesional seperti Maarof Saleh (Presiden Himpunan Belia Islam), Dr. Muhd. Hussain Muthalib (Direktur Eksekutif MUIS dan Dosen University of Singapore) dan Ridwan Abdullah (Presiden The Muslem Convert Assosiation Darul Arqam) dan pada tahun 1981 didirikan sebuah lembaga pendidikan anak muslim (MENDAKI) dan mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat.

d)     Islam di Thailand

      Islam di Muangthai adalah agama minoritas hanya 4 %, dari penduduk yang mayoritas  menganut agama Budha dan Hindu. Orang Melayu Muslim  merupakan golongan minoritas terbesar ke-dua di Muangthai setelah golongan Cina dan tergolong Muslim Sunni dari madzab Syafi’I. Islam di Muangthai telah banyak membawa peradaban-peradaban, misalnya ;  a) Di Bangkok terdaftar sekitar 2000 bangunan masjid yang sangat megah dan indah. b) Golongan  Tradisional dan golongan ortodoks telah menerbitkan majalah Islam “Rabittah”. c) Golongam modernis berhasil menerbitkan jurnal “Al Jihad”.

e)      Islam di Brunei Darussalam

        Penduduk negara ini terdiri dari 65% suku melayu, 25% keturunan cina dan sisanya kelompok pribumi kalimantan. Beberapa sumber menyatakan bahwa agama islam masuk ke negara ini pada abad ke-15, dan berubah menjadi kesultanan Islam.  Islam berkembang di Negara ini tanpa banyak menemui kesulitan karena dukungan dari keluarga kerajaan dan mendapatkan perlindungan dari negara.

f)       Islam di Filiphina 

        Pada abad ke-6 H/12 M. Islam tersebar di wilayah ini hampir mencapai seluruh kepulauannya, dan telah berdiri pemerintahan Islam. Pada tahun 928 H/ 1521 M, Bangsa spanyol tiba di Filiphina dan mengulang kembali sejarah lama yaitu perang salib yang pernah terjadi antara Muslim dan Kristen di masa lampau, namun Muslim bertahan dan masih tersisa beberapa pemerintahan khususnya kepulauan Mindanao dan Sulu. Pada tahun 1317 H/1899 M,  setelahAmerika Serikat menguasai kepulauan Filipina dengan perlawanan umat Muslim yang berlangsung hingga tahun 1339 H/ 1920 M.  kaum Muslimin menyerah, karena mereka telah ditimpa penyakit “wahn”(penyakit cinta dunia dan takut mati).

12) Islam Di Afrika

Agama Islam masuk ke daratan Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab yang dipimpin oleh Amru bin Ash ke Romawi di Mesir di mulai pada tahun 19 H (640 M) dan pada tahun 22 H (642 M),  kekuasaan Romawi di Mesir berakhir. Adapun Perkembangan Islam di Afrika diantaranya :

a)    Mesir,  adalah kawasan Afrika pertama yang menerima masuknya Islam di benua ini, penduduknya lebih kurang 42 juta jiwa, dimana sekitar tiga jutanya beragama Kristen selebihnya beragama Islam. Di Mesir terdapat delapan universitas  yang termasyhur ke seluruh dunia, salahsatunya adalah  Al-Azhar di Kairo yang didirikan oleh Bani Fathimiyah pada tahun 972 M. Sementara itu, perluasan Islam di kawasan Tunisia telah terjadi sejak pemerintahan Khalifah Usman bin Affan tahun 23-35 H (644-656 M) oleh Panglima Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah. Sedangkan masuknya Islam ke Maghribil Aqsha atau Afrika Utara sesudah berdirnya daulah Bani Umayah dibawah pimpinan Khalifah Walid bin Abdul Malik, yang memberikan tugas tersebut kepada Panglima Musa bin Nushair yang akhirnya ditunjuk sebagai gubernur wilayah itu.

b)   Libya, merupakan kawasan terpanas di Timur Tengah, dengan luas 1.795.540 km berpenduduk ± 3 juta jiwa terdiri dari bangsa Arab, Barbar, serta Palestina hampir seluruhnya beragama Islam.

c)    Nigeria. Penduduknya terdiri atas macam-macam suku bangsa berjumlah ± 90 juta dan 75 % beragama Islam selebihnya Kristen maupun Animisme. Negeri-negeri yang menikmati pengaruh Islam di kawasan Afrika dan hingga kini penduduknya mayoritas beragama Islam antara lain Maroko, Sudan, Al-Jazair, dan Ethiopia.

 

 

 

            Soal Pilihan Ganda;

1.         Bangsa Arab sebelum Islam mempunyai peradaban jahiliyah, mempunyai kepercayaan bermacam-macam, orang lebih membela suku daripada memperhatikan kemanusiaan, nilai wanita bagaikan benda yang bisa diwariskan dan dipakai sebagai permainan, memiliki watak pendendam yang diperoleh dari warisan nenek moyangnya. Perilaku bangsa Arab sebelum Islam:

d. Mempunyai peradaban jahiliyah sehingga mengakibatkan merosotnya kadar keimanan dan rendahnya penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan

2.         Upaya terhadap pemurnian ajaran Islam dari unsur-unsur asing yang dilakukan para tokoh pembaharu Islam dipandang sebagai....

        c.    Penyebab eksisnya Islam di bandingkan dengan agama lain

 

3.         Latar belakang hijrahnya Nabi SAW dari Makkah ke Madinah antara lain: Pertama, bertambah dahsyatnya siksaan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap kaum muslimin. Kedua, pemboikotan ekonomi terhadap pemeluk Islam. Ketiga, meninggalnya orang-orang yang dekat dengan Nabi. Pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa hijrah ini adalah:

a.  Hijrah yang berkaitan dengan aktivitas fisik, yaitu berpindah dari suatu tempat ke tempat lain untuk syiar agama Allah, atau disebut hijrah lahiriyah

4.         Dalam menyebarkan Islam, Rasulullah menggunakan berbagai strategi dakwah, diantaranya dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dakwah secara terang-terangan dan pada akhirnya hijrah ke Madinah. Jika dikaitkan kondisi sekarang, ada sekelompok umat Islam menyebarkan Islam dengan cara paksaan. Cara demikian tidak sesuai dengan yang dilakukan Rasulullah yang sukses dalam berdakwah. Strategi dakwah Rasulullah lebih mengutamakan …

       a.    Keluhuran akhlak dan keteladanan pribadi nabi Muhammad SAW

5.         Muhammad Abduh seorang pemikir pembaharuan dari Mesir juga mempunyai gagasan yang memajukan Islam pada saat itu, ,kecuali......

d.   Mempertahankan Islam dari serangan-serangan budaya asing